Monday, January 8, 2018

Cinta itu....


Source of picture: https://lingkardakwah.com/trilogi-cinta-sejati/

Cinta itu ekpresi dari hati, pikiran dan tindakan kita pada seseorang yang memang memiliki arti tersendiri bagi hidup kita.

Cinta itu tulus mendoakan dan berharap yang terbaik bagi mereka. Saya agak ragu bila kita mencintai orang lain, tapi tidak pernah mengucap doa- doa terbaik pada dirinya.

Cinta itu tidak mudah lupa, mereka yang kita cintai memiliki tempat tersendiri pada hati dan pikiran, yang kita tidak tahu kapan dia akan benar-benar pergi dari tempat itu.

Cinta itu rela berkorban dan memberi yang terbaik untuk orang yang kita sayang. Tapi kadang cinta harus kita tinggalkan. Bukan karena kita tidak cinta, tapi mereka yang tidak cinta. Tidak akan baik memaksakan cinta yang memang bukan untukmu.

Cinta itu ada rasa takut akan kehilangan, mereka yang kamu cintai sangat berharga, kamu terkadang takut mereka pergi untuk selama-lamanya.

Cinta itu disebut sejati bila dapat menua bersama dalam ikatan suci hakiki dan saling berusaha untuk membahagiakan.

Cinta itu universal, tidak hanya sebatas sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Tetapi memberi makan untuk kucing peliharaanmu yang lapar dan merawatnya itu juga disebut cinta.

Cinta itu tidak hanya dalam bentuk verbal, tapi tindakan nyata. Bila hanya bualan saja, harus berpikir lagi apa itu benar-benar cinta?

Cinta itu adalah takdir, kita tidak tahu menahu bagaimana takdir kita. Jadi, cinta juga bentuk kepasrahan pada Yang Maha Cinta.


Saturday, January 6, 2018

PARALAYANG DI BUKIT GANTOLE

Di penghujung tahun, tepatnya pada hari Sabtu, 30 Desember 2017, saya berhasil mewujudkan satu tekad saya, yaitu melakukan paralayang. Ini adalah pengalaman mengasyikan sekaligus mendebarkan. Asyiknya, saya dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari ketinggian 1300 mdpl. Paparan pepohonan yang hijau, sejenak melepas segala beban di kepala. Rasanya seru sekali. Hal yang paling mendebarkan adalah rasa takut bila tiba-tiba tali tidak kuat mengangkat saya dan jatuh. Wah.. amit-amit jangan sampai.

Sebagai seorang pemula, saya tidak diperbolehkan untuk terbang sendirian. Pada saat itu, saya ditemani oleh opa David, instruktur paralayang yang sudah berpengalaman selama 29 tahun di dunia paralayang. Jadi, saya merasa lebih lega karena dibantu oleh orang yang memang ahli di bidang ini.

Sebagai informasi, biaya untuk melakukan paralayang adalah 450rb/pax, bila ingin –foto- foto harganya 50rb, dan bila ingin menggunakan kamera GoPro harganya adalah 150rb. Saya memang sengaja tidak menggunakan HP sendiri, saya takut HP saya jatuh. Daripada beresiko, saya lebih baik mengeluarkan uang lebih. Berikut hasil foto-foto dan video saya dari paralayang di Bukit Gantole, Bogor.






Yeay, berhasil terbang.
Bersama Opa David
Ekspresi ngeri-ngeri sedap
































Sunday, September 25, 2016

EKSOTISME PULAU PEUCANG



Pemandangan Pulau Peucang
jembatan menuju pulau Peucang


Hallo Semesta! kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman seru mengunjungi Pulau Peucang. Pulau ini terletak di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Jawa Barat. Untuk lebih jelasnya, dapat melihat peta berikut:

 
sumber: purnawanblog.com
 
Yup, bila ditelisik dari peta, saya memang menuju bagian paling ujung selatan Pulau Jawa pada tanggal 4-6 September 2016. Liburan yang sangat singkat, namun tetap berkesan. Berikut adalah kegiatan yang saya lakukan selama di Pulau Peucang.

Minggu, 4 September 2016
Saya bersiap-siap untuk pergi via terminal Kalideres, Jakarta Barat, pada pukul 15.30  dan sampai di terminal Pakupatan, Serang, Banten pada  pukul 18.00 sore. Disana, saya sudah ditunggu oleh elf yang akan menuju ke penginapan Sunda Jaya milik Pak Komar. Perjalanan dari Terminal Pakupatan menuju penginapan Sunda Jaya memakan waktu hampir 6 jam. Setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya saya sampai di Penginapan Sunda Jaya pada pukul 24.00 tengah malam. Perjalanan kali ini sangat melelahkan, ditambah jalan menuju Ujung Kulon sangat rusak. Badan terasa pegal dan kantuk pun sudah tak tertahankan. Malam itu saya tidur di penginapan Sunda Jaya dengan lelap.

Senin, 5 September 2016
Yeiy! deburan ombak di pinggir pantai membangunkan saya. Pemandangan di sekitar penginapan Sunda Jaya sangat apik. Benar-benar memacu semangat saya pada pagi itu. Saya mendapatkan informasi bahwa boat untuk menuju Pulau Peucang akan tiba pada pukul 09.00 pagi. Sembari menunggu boat datang, saya disuguhi nasi uduk dan minuman oleh Pak Komar. Setelah makan, lanjut mandi dan repacking. Saya bersiap untuk menuju Pulau Peucang!
 
Pemandangan sekitar Sunda Jaya home stay

Home stay milik Pak Komar

Plang Sunda Jaya


Waktu menunjukan pukul 9 pagi. Boat sudah datang. Saya menaiki boat dengan hati gembira. Deburan ombak yang biru dan pemandangan yang indah mengalahkan panasnya sengatan matahari kala itu. Akhirnya dengan perjalanan laut kurang lebih 3 jam, saya sampai di tempat tujuan yaitu Pulau Peucang. Sesampainya di Pulau Peucang, saya melakukan registrasi dan mendaftarkan diri untuk pergi ke beberapa objek wisata di sekitar pulau Peucang seperti Karang Copong dan Cidaon. Di pulau Peucang, semuanya masih asri.  Disini terdapat banyak hewan liar yang berkeliaran seperti babi hutan, monyet, dan kijang.


Pemandangan dari atas boat
 
Kijang-kijang yang sedang makan rumput

babi hutan dengan bebas berkeliaran

Objek wisata yang pertama kali saya kunjungi setibanya di pulau Peucang adalah Karang Copong. Sebagai informasi, Karang Copong adalah salah satu spot di sekitar Pulau Peucang dimana terdapat karang besar dan berlubang di tengahnya. Perjalanan menuju ke Karang Copong  kurang lebih 3 jam dengan berjalan kaki. Disana, saya sempatkan untuk mengabadikan beberapa momen.

Vegetasi di sekitar Karang Copong

berfoto bersama Kiara (benalu pohon)


Pemandangan sekita Karang Copong

Karang Copong yang asri dan indah

Laut yang biru bersama deburan ombak


Setelah puas dari Karang Copong, saya kembali ke Pulau Peucang. Disana saya bersiap-siap lagi untuk naik boat ke spot wisata Cidaon. Sebagai informasi, Cidaon adalah savanna luas dan terdapat berbagai macam hewan seperti banteng, merak, bila beruntung saya bisa melihat badak.

Savanna Cidaon
Berfoto di Savanna Cidaon


Sepulangnya dari Cidaon, saya sempatkan untuk berenang di bibir pantai pulau Peucang. Pasirnya yang putih dan lautnya yang jernih membuat saya merasa senang berada disana. Setelah capek berenang, saya membersihkan badan saya dan beristirahat di atas kapal. Malam itu saya tidur di atas kapal, karena saya tidak punya cukup biaya untuk membayar penginapan yang lumayan mahal, sekitar 750rb/malam.



Selasa, 6 September 2016
Hari ini saya bersiap untuk kembal ke Sunda Jaya dengan boat. Sebelum meninggalkan pulau Peucang, saya sempatkan untuk berfoto ria dulu disana. Berdasarkan informasi dari kapten kapal, beliau harus menjemput penumpang yang lain terlebih dahulu di pulau Cibom dan pulau Handeleum. Alhamdulillah, berarti saya juga akan berkesempatan untuk menjelajahi spot wisata yang lainnya. Perjalanan untuk kembali ke Sunda Jaya memakan waktu sekitar 5 jam. Pada saat itu saya sempat mabuk laut karena terlalu lama di atas laut. Namun hal itu tak mengapa dibanding pengalaman yang berharga tiada tara.

Sesampainya di bibir pantai, saya berjalan menuju penginapan Sunda Jaya dan membersihkan badan serta sholat jama' qasar. Saya berpamitan dengan petugas Sunda Jaya dan pergi menggunakan ojek menuju Sumur. Pemandangan di kiri-kanan selama perjalanan penuh dengan pemandangan pepohonan hijau dan laut lepas. Sesampainya di Sumur, tidak ada kendaraan lain yang menuju Labuan. Akhirnya saya melanjutkan naik ojek ke Cibaliung. Saya agak kecewa, karena di Cibaliung pun tidak ada kendaraan menuju Labuan. Dengan  berat hati, saya harus naik ojek lagi menuju Labuan. Ditotal-total, Perjalanan  dengan ojek memakan waktu hampir 3 jam.

Ada sedikit kelegaan ketika saya sudah sampai di Labuan, banyak sekali bis yang menuju terminal Kalideres. Saya menyempatkan diri untuk makan dan minum serta meregangkan badan. Setelah energi terkumpul 100%, saya bersiap untuk naik bis menuju terminal Kalideres. Alhamdulillah, akhirnya saya sampai ke Jakarta dengan selamat meski harus melalui perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Travelling kali ini sangat berkesan dan benar-benar tidak terlupakan.

berfoto di atas boat



Saturday, April 16, 2016

SAWASDEE KHA THAILAND!!


Hallo bloggers! Saya ingin berbagi cerita tentang liburan singkat saya ke kota Bangkok, Thailand. Menurut saya Bangkok hampir mirip seperti Jakarta tapi lebih teratur, rapi, dan penduduknya gak sepadat di Jakarta. Berikut tempat-tempat yang saya kunjungi selama disana:


Kota Bangkok, Thailand

Hari Pertama

1.       Mencari jajanan pasar di daerah Ratchaburi.
Disini terdapat berbagai macam jajanan pasar, ikan, daging-dagingan, sayuran, buah-buahan, bahkan alat-alat kebutuhan rumah tangga.

Buah-buahnya seger euy



2.       Tour Boat Sungai Chao Phraya.
Sungai ini terkenal banget di kota Bangkok. Di sisi kanan dan kiri sungai  berjajar bangunan khas Thailand yang megah dan indah.

Bangunan di pinggir sungai Chao Phraya




3.       Berkunjung ke Grand Palace.
Merupakan tempat wajib yang untuk dikunjungi di Bangkok. Grand Palace adalah jantung dari kerajaan Thailand. Tempatnya lumayan bersih dan luas dan dikelilingi oleh wat (candi) dan bangunan yang megah.

Salah satu sisi bangunan Grand Palace

@ Grand Palace





4.       Melihat Patung Buddha raksasa tidur di Wat Pho.
Saya terkagum-kagum dengan arsitektur dan ukiran yang sangat rumit di tembok-tembok Wat Pho.
 
The Sleeping Giant Buddha

Wat Pho

Pose dikit boleh doong


5.       Jalan-jalan ke Khao San Road.
Tempatnya mirip Pantai Kuta-nya Bali atau Malioboro-nya Jogja.



6.       Jalan-jalan nyari hostel,
Dapat yang lumayan murah dan nyaman. Namanya Orchid Hostel di daerah Sarm Yarn.


Hari Kedua:

7.       Berkunjung ke Museum Madame Tussaud di Siam Paragon
Disini terdapat banyak patung imitasi dari orang-orang terkenal di seluruh dunia. Pokoknya kereen banget!!!

Sama Mbah Mahatma Gandhi
Mark Zuckenberg



8.       Berbelanja di Catuchak Weekend Market.
Tempatnya oleh-oleh khas Thailand yang murah meriah dan bervariatif.


9.       Melipir sebentar ke Victoria Monument untuk istirahat dan foto-foto.
Tempat ini ibarat blok-M nya Jakarta. Banyak banget bis ngetem.

VicMont


10.   Berkunjung ke mall 21. Sebenarnya mall 21 sama saja kayak mall-mall kebanyakan di Jakarta koq. Cuma kepo aja sama tempatnya, makannya nyoba kesana.


Hari Ketiga:

11.   Mengunjungi Ayyuthaya,
Yaitu sebuah kota kecil di utara kota Bangkok. Memerlukan waktu 1,5 jam untuk pergi kesana via Victoria Monument dengan mobil van. Berikut tempat yang saya kunjungi di kota Ayyuthaya:


Ayyuthaya


-          Wat Maha That
Terkenal dengan patung Budha yang dilingkupi oleh akar pohon beringin.

Kepala Buddha


-          Elephant village.
Disini terdapat banyak gajah berjejer rapi dan bisa ditunggangi oleh para pengunjung.

-     Museum Buddha terdapat banyak info tentang benda-benda peninggalan kerajaan Thailand zaman dahulu.

12.   Asiatique yang cantik

 Romantisme kota Bangkok bisa dirasakan disini. Gemerlap lampu malam dan pemandangan sungai Chao Phraya merupakan kombinasi yang indah 

Gemerlap Malam

Kincir Ria

Tuesday, January 5, 2016

PULAU PARI GALLERY

Location: Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara
How to get there: from Muara Angke by a big boat
Estimated hours: 2-3 hours
Price: RP35.000,00 (tentative)


Beautiful Ladies


On the boat

in the lodging with my friends
Snorkeling

Exploring the sea
Do you dare to do this?
Chasing the sunset
Exploring the coral reefs
Thank God, I am in Pulau Pari
My first visit with Sahabat Kesayangan on the meadow
My second visit with office mates (Huawei-ers)

Wednesday, December 30, 2015

PETUALANGAN DI TELUK KILUAN

Hola!! kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman saya mengunjungi desa Kiluan, kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan. Tempat ini letaknya 90 km dari Bandar Lampung atau kurang-lebih 3 jam perjalanan dengan mobil. Ini pengalaman saya yang mengesankan, karena untuk pertama kalinya saya camping di pinggir pantai. Perjalanan kali ini terasa berbeda karena saya ditemani oleh partner yang kece gilaaa yaitu Rina, Ewin, Emi, dan Ave pada tanggal 12- 13 Desember 2015. Berikut adalah aktivitas yang kami lakukan selama 2 hari 2 malam di Teluk Kiluan;

Pantai Kiluan




HARI PERTAMA – 12 DESEMBER 2015

Naik jukung
Semua akses tempat wisata di teluk Kiluan selalu menggunakan jukung (perahu kano). Jadi kami puas banget naik jukung dari satu spot wisata ke spot wisata lainnya.


Di atas Jukung
Snorkeling
Pantai Kiluan memiliki spot terumbu karang yang kece banget untuk kegiatan snorkeling. Disana terdapat berbagai spesies ikan dan terumbu karang yang berwarna-warni. Alhamdulillah, kami juga bisa makan ikan segar  hasil tangkapan si Ave menggunakan tombak (spearfishing).


Terumbu Karang


Renang-renang cantik di  Pantai Kiluan
Atau kalo lagi nyantai bisa renang-renang cantik. Lautnya bergradasi putih, hijau, dan biru. Asli indah banget bro!

we are doing YOGAAAA...

Camping + buat api unggun
Camping di pinggir pantai itu kendalanya adalah serangga yang bejibun banget. Harus pake lotion anti nyamuk dan buat api unggun supaya bisa sedikit menghalau kehadiran mereka. So far…. serangga malam gak menjadi halangan buat kita bersenang-senang. We were always happy at every opportunity.




HARI KEDUA – 13 Desember 2015

Menyaksikan lumba-lumba
Berdasarkan info dari berbagai sumber, teluk Kiluan adalah pertemuan antara 2 spesies lumba-lumba terbesar di Indonesia. Jadi jangan heran kalau disana banyak banget lumba-lumba yang loncat kegirangan dari dalam laut. Untuk menyaksikan lumba-lumba, kita akan naik jukung. Nah, si Emi, Rina, dan Ewin nih yang beruntung banget bisa liat lumba-lumba super gede. Hehehe..



Pemandangan sekitar Teluk Kiluan




Renang di kolam alami (laguna)
It’s my favorite! Untuk menuju laguna teluk kiluan lumayan berat broo. Jalannya naik turun mirip seperti mendaki gunung. Tapi kelelahan kami terganti dengan senyum bahagia setelah berenang dan snorkeling disana. Pemandangan sekitarnya indah banget coy!



Foto-foto di pantai Gigi Hiu
Perjalanan menuju pantai Gigi Hiu medannya sangat berbahaya karena berbatu dan terjal. Sempet stress dan berdebar-debar selama perjalanan kesini. Hal ini dikarenakan mobil yang kami tumpangi  terhalang oleh bebatuan yang menyebabkan spakbor mobil terlepas. Ada benernya juga kata pepatah kalo jalan yang sulit  akan mengantarkan kita pada destinasi yang indah. Perjuangan kita menuju tempat ini gak sia-sia, pantai Gigi Hiu eksotis banget cuy.


Pantai Gigi Hiu




Itulah review perjalanan kami yang asoy geboy ke teluk Kiluan. Pengalaman kami yang mengesankan tentang mengagumi keindahan ciptaan-Nya serta petualangan yang seru bersama teman-teman yang luar biasa. :D


Wefie




Sumber Foto: Ave S. Fauzisar, Emi Luvinasari, Rina Febrina Sari dan Erwin Mustika Sari