Sunday, March 4, 2018

FLASHPACKER 3 NEGARA: MALAYSIA, KAMBOJA & VIETNAM

Hey!! kali ini saya ingin membagi pengalaman saya menjadi flashpacker bersama sobat saya, Annisa. Perjalanan kami berlangsung dari tanggal 22-27 Februari 2018. Perjalanan kami merupakan paket lengkap,ada suka dan dukanya. Meskipun demikian, kami tetap bersabar dan menikmati perjalanan dengan penuh suka cita.

Pada awalnya, kami berdua hanya spontan saja merencanakan perjalanan ini. Kami adalah 2 hijabers yang doyan jalan-jalan. Jadi kami berusaha untuk memaksimalkan waktu dan dana agar tetap senang tapi kantong tidak jebol.Berikut liputan perjalanan kami menjelajah 3 negara.

22-23 Februari 2018
Perjalanan pertama kami dimulai dengan naik bis bandara dari blok M menuju Soetta. Setelah sampai di Bandara Soetta, kami menunggu pesawat Jakarta-Pnom Penh, tetapi harus transit di Kuala Lumpur terlebih dahulu.

Sesampainya di Pnom Penh International Airport, kami membeli paket internet bernama CellCard dan memesan mobil grab ke pangkalan Larryta Bus. FYI, Larryta bus adalah van yang akan mengantarkan kami menuju provinsi Siem Reap. Perjalanan dari Pnom Penh menuju Siem Reap lumayan jauh, dan memakan waktu kurang lebih 5 jam. 

Sesampainya di Siem Reap, kami mengisi perut terlebih dahulu. Sungguh sangat melelahkan melakukan perjalanan udara dan darat secara berturut-turut.


makan nasgor seharga 1 USD





Setelah kenyang, kami check-in ke Funky Hostel di dekat Siem Reap Night Market. Hostelnya agak serem. Saya dan Annisa tidak terlalu nyaman dengan gambar yang terpampang di kamar kami. Tapi apalah daya, hostel sudah terlanjur dibayar. Harga hostel sebesar USD13 per orang. FYI, di Kamboja, orang-orang lebih banyak menggunakan uang USD sebagai alat pembayaran.


Funky Hostel


Setelah check in, kami beristirahat sejenak di hostel. Kami mulai keliling Siem Reap Night Market saat malam menjelang. Sekalian mencari makan malam dan melihat-lihat pemandangan sekitar.


Warna-Warni Siem Reap Night Market


Siem Reap Night Market


Kuil di Siem Reap Night Market

24 Februari 2018

Keesokan harinya, sebelum subuh, sekitar jam 4 pagi, kami bersiap-siap naik Tuk-Tuk menuju tempat penjualan tiket masuk Angkor Wat. Harga Tuk-Tuk kami tawar hingga mendapatkan harga USD13. Harga tiket masuk Angkor Wat adalah USD37. Harap berhati-hati dan terus menyimpan tiket dengan baik. Kehilangan tiket akan menyebabkan denda sebesar USD100. Kami mengunjungi 4 Wat yang lumayan besar dan terkenal. Wat tersebut adalah Wat Angkor, Wat Bayon, Wat Tom, dan Wat Ta Prohm.



Pagi di Angkor Wat


Wat Bayon



Wat Tom




Wat Ta Prohm

Kami merasa puas mengelilingi wat-wat tersebut. Siang itu sangat panas sekali, kami memutuskan untuk balik ke Funky hostel untuk check out dan mengambil backpack kami yang ditinggal disana. Kami pun memutuskan untuk mencari hostel lain untuk stay hanya sampai jam 7 malam. Kami harus melanjutkan perjalanan ke kota Ho Chi Minh, Vietnam pada malam itu. Kami check in di hostel Mei Gui untuk mandi dan istirahat sejenak. 

Malam pun tiba, kami mempersiapkan diri untuk naik bis malam menuju kota Pnom Penh dengan bis Mekong Express pada jam 8 malam. Saat menanyakan petugas disana, betapa terkejutnya kami. Mereka mengatakan bahwa bis kami beroperasi pada jam 8 pagi, bukan jam 8 malam. Usut punya usut, ternyata petugas yang beroperasi tidak konsentrasi saat melakukan pemesanan. Jadi, dia salah dalam memesan bis kami.

Tapi kami tidak menyerah, kami mencari bis lain menuju Pnom Penh. Akhirnya kami mendapatkan tiket sleeper bus seharga USD10 bernama Virak Buntahm. Bisnya lumayan nyaman dan kami bisa tidur-tiduran selama perjalanan menuju Pnom Penh.



25 Februari 2018

Kami sampai  di Pnom Penh jam 3 pagi dan bersiap-siap menuju pangkalan bis Phuong Trinh. Bis kami terjadwal jam 6 pagi, tapi kami lagi-lagi sangat kecewa. Ternyata pihak bis telah mengganti jadwal operasi bis tanpa memberitahu kami berdua. Terkadang, pemesanan bis on the spot lebih baik daripada memesan jauh-jauh hari dari bookmebus.com

Kami tidak patah arang dan tetap teguh mencari alternatif bis lain. Akhirnya pilihan kami jatuh pada bis Khai Nam. Dengan tekanan demi tekanan dalam perjalanan kami, akhirnya kami mendapatkan bis menuju Ho Chi Minh, Vietnam. Kami tersenyum lega karena rencana kami dapat berjalan sebagimana mestinya meski menemui beberapa kendala.

Sore harinya, kami sampai di kota Ho Chi Minh. Kami menemukan kendala bahasa karena jarang yang bisa berbahasa Inggris. Uang Dong Vietnam kami terbatas dan kamipun tidak memiliki koneksi internet. Untungnya, kami bertemu seorang bapak paruh baya yang bersedia memberikan password wifi. Dari wifi tersebut, kami memesan grab ke IPEACE hostel dengan uang Dong kami yang pas-pasan.Sesampainya di Ipeace hostel, kami beristirahat, mandi, dan browsing internet dengan wifi hostel. Kami merasa lega dan bahagia. 


Setelah merasa segar, kami mulai menjelajah kota Ho Chi Minh dengan berjalan kaki serta bersiap membelikan oleh-oleh untuk teman Annisa di Indonesia. Tidak lupa pula untuk menukar sebagian uang USD kami dengan uang Dong dan juga membeli paket internet agar kami dapat menggunakan google map.



Taman Bunga di Ho Chi Minh



Pemandangan kota Ho Chi Minh, Vietnam


26 Februari 2018

Hari ini kami habiskan waktu untuk berjalan-jalan keliling kota Ho Chi Minh lagi. Kami sangat senang. Kami juga tidak lupa untuk mencoba kopi Vietnam yang terkenal.


Kopi Vietnam
taman kota

Apartement yang unik

Setelah puas berjalan-jalan, kami kembali ke hostel untuk mengambil backpack kami dan bersiap untuk kembali ke Pnom Penh dengan bis Khai Nam. Perjalanan Pnom Penh-Ho Chi Minh memakan waktu kurang-lebih 6 jam.

Kami sampai di Pnom Penh sekitar jam 10 malam. Kami melanjutkan perjalanan lagi dengan naik Tuk-Tuk menuju Pnom Penh Airport. Jadwal pesawat kami pada pukul 8:35 keesokan harinya. Jadi, kami memutuskan untuk tidur di musholla Pnom Penh airport.



27 Februari 2018

Hari ini hari terakhir kami di kota Pnom Penh, kami sempatkan untuk membeli cinderamata terlebih dahulu sebelum meninggalkan kota Pnom Penh.

Pnom Penh Airport

Kami juga harus transit kembali di Kuala Lumpur International Airport.

Kuala Lumpur International Airport


Legaaaaa, akhirnya kita dapat menyelesaikan perjalanan ini dengan tuntas. Kami balik kampung Mak, Pak. Hello Indonesia!!


Soetta Airport



Special Thanks to Annisa.
My partner in crime!



bersama Annisa











Saturday, January 6, 2018

PARALAYANG DI BUKIT GANTOLE

Di penghujung tahun, tepatnya pada hari Sabtu, 30 Desember 2017, saya berhasil mewujudkan satu tekad saya, yaitu melakukan paralayang. Ini adalah pengalaman mengasyikan sekaligus mendebarkan. Asyiknya, saya dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari ketinggian 1300 mdpl. Paparan pepohonan yang hijau, sejenak melepas segala beban di kepala. Rasanya seru sekali. Hal yang paling mendebarkan adalah rasa takut bila tiba-tiba tali tidak kuat mengangkat saya dan jatuh. Wah.. amit-amit jangan sampai.

Sebagai seorang pemula, saya tidak diperbolehkan untuk terbang sendirian. Pada saat itu, saya ditemani oleh opa David, instruktur paralayang yang sudah berpengalaman selama 29 tahun di dunia paralayang. Jadi, saya merasa lebih lega karena dibantu oleh orang yang memang ahli di bidang ini.

Sebagai informasi, biaya untuk melakukan paralayang adalah 450rb/pax, bila ingin –foto- foto harganya 50rb, dan bila ingin menggunakan kamera GoPro harganya adalah 150rb. Saya memang sengaja tidak menggunakan HP sendiri, saya takut HP saya jatuh. Daripada beresiko, saya lebih baik mengeluarkan uang lebih. Berikut hasil foto-foto dan video saya dari paralayang di Bukit Gantole, Bogor.






Yeay, berhasil terbang.
Bersama Opa David
Ekspresi ngeri-ngeri sedap
































Sunday, September 25, 2016

EKSOTISME PULAU PEUCANG



Pemandangan Pulau Peucang
jembatan menuju pulau Peucang


Hallo Semesta! kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman seru mengunjungi Pulau Peucang. Pulau ini terletak di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Jawa Barat. Untuk lebih jelasnya, dapat melihat peta berikut:

 
sumber: purnawanblog.com
 
Yup, bila ditelisik dari peta, saya memang menuju bagian paling ujung selatan Pulau Jawa pada tanggal 4-6 September 2016. Liburan yang sangat singkat, namun tetap berkesan. Berikut adalah kegiatan yang saya lakukan selama di Pulau Peucang.

Minggu, 4 September 2016
Saya bersiap-siap untuk pergi via terminal Kalideres, Jakarta Barat, pada pukul 15.30  dan sampai di terminal Pakupatan, Serang, Banten pada  pukul 18.00 sore. Disana, saya sudah ditunggu oleh elf yang akan menuju ke penginapan Sunda Jaya milik Pak Komar. Perjalanan dari Terminal Pakupatan menuju penginapan Sunda Jaya memakan waktu hampir 6 jam. Setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya saya sampai di Penginapan Sunda Jaya pada pukul 24.00 tengah malam. Perjalanan kali ini sangat melelahkan, ditambah jalan menuju Ujung Kulon sangat rusak. Badan terasa pegal dan kantuk pun sudah tak tertahankan. Malam itu saya tidur di penginapan Sunda Jaya dengan lelap.

Senin, 5 September 2016
Yeiy! deburan ombak di pinggir pantai membangunkan saya. Pemandangan di sekitar penginapan Sunda Jaya sangat apik. Benar-benar memacu semangat saya pada pagi itu. Saya mendapatkan informasi bahwa boat untuk menuju Pulau Peucang akan tiba pada pukul 09.00 pagi. Sembari menunggu boat datang, saya disuguhi nasi uduk dan minuman oleh Pak Komar. Setelah makan, lanjut mandi dan repacking. Saya bersiap untuk menuju Pulau Peucang!
 
Pemandangan sekitar Sunda Jaya home stay

Home stay milik Pak Komar

Plang Sunda Jaya


Waktu menunjukan pukul 9 pagi. Boat sudah datang. Saya menaiki boat dengan hati gembira. Deburan ombak yang biru dan pemandangan yang indah mengalahkan panasnya sengatan matahari kala itu. Akhirnya dengan perjalanan laut kurang lebih 3 jam, saya sampai di tempat tujuan yaitu Pulau Peucang. Sesampainya di Pulau Peucang, saya melakukan registrasi dan mendaftarkan diri untuk pergi ke beberapa objek wisata di sekitar pulau Peucang seperti Karang Copong dan Cidaon. Di pulau Peucang, semuanya masih asri.  Disini terdapat banyak hewan liar yang berkeliaran seperti babi hutan, monyet, dan kijang.


Pemandangan dari atas boat
 
Kijang-kijang yang sedang makan rumput

babi hutan dengan bebas berkeliaran

Objek wisata yang pertama kali saya kunjungi setibanya di pulau Peucang adalah Karang Copong. Sebagai informasi, Karang Copong adalah salah satu spot di sekitar Pulau Peucang dimana terdapat karang besar dan berlubang di tengahnya. Perjalanan menuju ke Karang Copong  kurang lebih 3 jam dengan berjalan kaki. Disana, saya sempatkan untuk mengabadikan beberapa momen.

Vegetasi di sekitar Karang Copong

berfoto bersama Kiara (benalu pohon)


Pemandangan sekita Karang Copong

Karang Copong yang asri dan indah

Laut yang biru bersama deburan ombak


Setelah puas dari Karang Copong, saya kembali ke Pulau Peucang. Disana saya bersiap-siap lagi untuk naik boat ke spot wisata Cidaon. Sebagai informasi, Cidaon adalah savanna luas dan terdapat berbagai macam hewan seperti banteng, merak, bila beruntung saya bisa melihat badak.

Savanna Cidaon
Berfoto di Savanna Cidaon


Sepulangnya dari Cidaon, saya sempatkan untuk berenang di bibir pantai pulau Peucang. Pasirnya yang putih dan lautnya yang jernih membuat saya merasa senang berada disana. Setelah capek berenang, saya membersihkan badan saya dan beristirahat di atas kapal. Malam itu saya tidur di atas kapal, karena saya tidak punya cukup biaya untuk membayar penginapan yang lumayan mahal, sekitar 750rb/malam.



Selasa, 6 September 2016
Hari ini saya bersiap untuk kembal ke Sunda Jaya dengan boat. Sebelum meninggalkan pulau Peucang, saya sempatkan untuk berfoto ria dulu disana. Berdasarkan informasi dari kapten kapal, beliau harus menjemput penumpang yang lain terlebih dahulu di pulau Cibom dan pulau Handeleum. Alhamdulillah, berarti saya juga akan berkesempatan untuk menjelajahi spot wisata yang lainnya. Perjalanan untuk kembali ke Sunda Jaya memakan waktu sekitar 5 jam. Pada saat itu saya sempat mabuk laut karena terlalu lama di atas laut. Namun hal itu tak mengapa dibanding pengalaman yang berharga tiada tara.

Sesampainya di bibir pantai, saya berjalan menuju penginapan Sunda Jaya dan membersihkan badan serta sholat jama' qasar. Saya berpamitan dengan petugas Sunda Jaya dan pergi menggunakan ojek menuju Sumur. Pemandangan di kiri-kanan selama perjalanan penuh dengan pemandangan pepohonan hijau dan laut lepas. Sesampainya di Sumur, tidak ada kendaraan lain yang menuju Labuan. Akhirnya saya melanjutkan naik ojek ke Cibaliung. Saya agak kecewa, karena di Cibaliung pun tidak ada kendaraan menuju Labuan. Dengan  berat hati, saya harus naik ojek lagi menuju Labuan. Ditotal-total, Perjalanan  dengan ojek memakan waktu hampir 3 jam.

Ada sedikit kelegaan ketika saya sudah sampai di Labuan, banyak sekali bis yang menuju terminal Kalideres. Saya menyempatkan diri untuk makan dan minum serta meregangkan badan. Setelah energi terkumpul 100%, saya bersiap untuk naik bis menuju terminal Kalideres. Alhamdulillah, akhirnya saya sampai ke Jakarta dengan selamat meski harus melalui perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Travelling kali ini sangat berkesan dan benar-benar tidak terlupakan.

berfoto di atas boat



Saturday, April 16, 2016

SAWASDEE KHA THAILAND!!


Hallo bloggers! Saya ingin berbagi cerita tentang liburan singkat saya ke kota Bangkok, Thailand. Menurut saya Bangkok hampir mirip seperti Jakarta tapi lebih teratur, rapi, dan penduduknya gak sepadat di Jakarta. Berikut tempat-tempat yang saya kunjungi selama disana:


Kota Bangkok, Thailand

Hari Pertama

1.       Mencari jajanan pasar di daerah Ratchaburi.
Disini terdapat berbagai macam jajanan pasar, ikan, daging-dagingan, sayuran, buah-buahan, bahkan alat-alat kebutuhan rumah tangga.

Buah-buahnya seger euy



2.       Tour Boat Sungai Chao Phraya.
Sungai ini terkenal banget di kota Bangkok. Di sisi kanan dan kiri sungai  berjajar bangunan khas Thailand yang megah dan indah.

Bangunan di pinggir sungai Chao Phraya




3.       Berkunjung ke Grand Palace.
Merupakan tempat wajib yang untuk dikunjungi di Bangkok. Grand Palace adalah jantung dari kerajaan Thailand. Tempatnya lumayan bersih dan luas dan dikelilingi oleh wat (candi) dan bangunan yang megah.

Salah satu sisi bangunan Grand Palace

@ Grand Palace





4.       Melihat Patung Buddha raksasa tidur di Wat Pho.
Saya terkagum-kagum dengan arsitektur dan ukiran yang sangat rumit di tembok-tembok Wat Pho.
 
The Sleeping Giant Buddha

Wat Pho

Pose dikit boleh doong


5.       Jalan-jalan ke Khao San Road.
Tempatnya mirip Pantai Kuta-nya Bali atau Malioboro-nya Jogja.



6.       Jalan-jalan nyari hostel,
Dapat yang lumayan murah dan nyaman. Namanya Orchid Hostel di daerah Sarm Yarn.


Hari Kedua:

7.       Berkunjung ke Museum Madame Tussaud di Siam Paragon
Disini terdapat banyak patung imitasi dari orang-orang terkenal di seluruh dunia. Pokoknya kereen banget!!!

Sama Mbah Mahatma Gandhi
Mark Zuckenberg



8.       Berbelanja di Catuchak Weekend Market.
Tempatnya oleh-oleh khas Thailand yang murah meriah dan bervariatif.


9.       Melipir sebentar ke Victoria Monument untuk istirahat dan foto-foto.
Tempat ini ibarat blok-M nya Jakarta. Banyak banget bis ngetem.

VicMont


10.   Berkunjung ke mall 21. Sebenarnya mall 21 sama saja kayak mall-mall kebanyakan di Jakarta koq. Cuma kepo aja sama tempatnya, makannya nyoba kesana.


Hari Ketiga:

11.   Mengunjungi Ayyuthaya,
Yaitu sebuah kota kecil di utara kota Bangkok. Memerlukan waktu 1,5 jam untuk pergi kesana via Victoria Monument dengan mobil van. Berikut tempat yang saya kunjungi di kota Ayyuthaya:


Ayyuthaya


-          Wat Maha That
Terkenal dengan patung Budha yang dilingkupi oleh akar pohon beringin.

Kepala Buddha


-          Elephant village.
Disini terdapat banyak gajah berjejer rapi dan bisa ditunggangi oleh para pengunjung.

-     Museum Buddha terdapat banyak info tentang benda-benda peninggalan kerajaan Thailand zaman dahulu.

12.   Asiatique yang cantik

 Romantisme kota Bangkok bisa dirasakan disini. Gemerlap lampu malam dan pemandangan sungai Chao Phraya merupakan kombinasi yang indah 

Gemerlap Malam

Kincir Ria